Filed under: journey
yah. putri nya ga ada di rumah. lagi pergi-pergi terus.
minggu lalu ke rancabuaya-santolo-garut.
minggu ini ke puncak-jakarta.
bukan hal yang buruk bukan? pergi-pergi seperti itu? hemm
yah mohon maav aja ama anak-anak yang ngurus garage sale, putri nya gabisa bantu, nanti aja pas hari H bantu ekstra. mau jadi kasir yaa! haha
buat si gendud yang lagi uas terakhir, dan sedang ngebut dengan ta nya, semoga sukses, smoga bisa jadi lulus oktober ini. kangen putri kan biasa, ada telepon genggam yang siap membantu. haha! sukses yaa.
hmmmh. do i really enjoy my trip? gatau. agak-agak merasa autis. GA ADA DIMAS. zzzzz. haha. tadi mama telepon kepala asrama nya. katanya tadi malem abis tes mental ampe jam4, dan sekarang anak-anak lagi tidur. dan alhamdulilah dimas belom pernah masuk daftar anak bermasalah. artinya dia sehat. yeah.
agak merasa bersalah aja aku. kemaren ngomongin dimas terus. sukses bikin mama, mami, dan tante menangis. hoho. maaf ya.
yap. nampak nya jam nginternet nya udah mau abis. dan aku harus siap-siap melanjutkan perjalanan ke jakarta. see u when i see u.
Filed under: journey
maybe i cant understand, but i bet you will be done it on time. sure you can do darl. (like body slim advertising) ![]()
just calm, do your best, and dont forget to pray. God have plan, boy.
love u.
Filed under: journey
for no reason.
yah mungkin sebenarnya ada. tapi hal itu terlalu abstrak untuk bisa saya jelaskan.
arrrrrggghhhh. huft
Filed under: journey
DIKARENAKAN TERLALU SERING MENGGUNAKAN NALAR.
lalu? tidak terbiasa menggunakan perasaan. jadi, saat terserang kemelut perasaan, BLAM. bungkam. diam. tidak tahu mau bagaimana dan bilang apa.
lepas dari kesulitan saya menanggulangi masalah saya, saya sejujurnya tidak terlalu paham dengan apa yang sedang saya hadapi saat ini. hanya sekelebat bayangan-bayangan yang belum terjadi, yang tiba-tiba muncul begitu saja di hadapan saya. sedangkan dengan seluruh fantasi yang muncul dari pamikiran-pemikiran aneh saya ini, tidak dapat membantu apa-apa untuk masalah yang sedang saya hadapi.
saya sedang berhadapan dengan sebuah kenyataan. yang cepat atau lambat pasti akan terungkap. yang entah siap atau tidak pasti harus muncul ke permukaan. yang entah apa akibatnya pasti akan sangat berpengaruh pada masa depan saya.
sebetulnya bisa dilihat, tulisan saya ini akan semakin melantur kalau saya tidak segera mengungkapkan apa yang saya rasakan. seperti yang tertera pada judul, saya mengalami kesulitan dalam pendeskripsian. saya seakan tidak bisa menusun kata-kata yang padu untuk mendeskripsikan situasi yang saya alami.
saya akan mulai dari perubahan yang saya rasakan. yang sejujurnya, saya tidak suka. pertama, saya berubah dari orang yang cuek menjadi sensitif. secara penglihatan kasat mata memang tidak ada yang berubah, tapi jauh di dalam hati saya, ada gejolak entah apa yang siap menerkam diri saya sendiri. saya tidak sensitif dengan semua hal. saya hanya sensitif untuk hal-hal yang menyangkut dia. kedua, saya berubah dari orang yang hampir selalu menggunakan nalar menjadi orang yang menggunakan perasaan. tapi untuk hal ini, nalar saya meredam perasaan saya dengan memberi alasan logis agar dia mau tetap bersemayam di bawah sana.
kata salah 2 orang teman kepada saya tentang keadaan saya, yang intinya, “berarti kamu makin sayang dan peduli sama dia”, dan, “mungkin kamu lagi butuh dia, kamu kan lagi mau ujian.” semua yang mereka bilang, masuk diakal. tapi belum cukup meyakinkan diri saya untuk langkah yang harus saya ambil selanjutnya. saya masih tetap bingung. ada apa dengan diri saya? saya tidak suka ada dalam keadaan yang menurut teman saya adalah keadaan yang menggunakan hati. buat saya ini hanya mengganngu stabilitas.
ada perang antara pikiran dan perasaan saya.
perasaan saya panas, tidak tenang, tidak karuan, cemburu, seperti anak kecil, egois, khawatir, berfirasat-firasat aneh, dan lain sebagainya. di lain sisi pikiran saya sangat tenang, tau arah, tidak peduli, yakin, percaya, dewasa, sabar, dan lain sebaginya.
saya bingung.
saya tidak bisa memilih salah satu atau mengabaikan keduanya. saya hidup dengan mereka berdua di dalam diri saya. saya mau tidak mau harus mendamaikan keduanya. dan tindakan saya adalah mengatakan apa yang ada pada dua sisi diri saya :
perasaan saya bilang, saya cemburu, dengan alasan entah apa, saat dia harus pergi tanpa aku, terlebih bila saat itu adalah saat dia berdua dengan wanita lain.
pikiran saya bilang, saya tidak sepantasnya merasakan hal-hal aneh di atas, karena dia punya hak-hak yang sama seperti saya untuk pergi dengan siapapun yang dia mau, terlebih lagi karena dia sudah bilang kepada saya perihal kepergiannya itu. dan perlu saya ingat bahwa saya pun sering melakukan hal yang sama.
dan sebagai hasil akhir dari pernyataan-pernyataan saya di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa semakin hari rasa sayang saya kepadanya semakin bertambah, sehingga perasaan saya tidak ingin jauh darinya sedangkan pikiran saya harus tetap menjaga perasaannya sedekat mungkin dengan logika.
cukupkah tindakan yang saya lakukan ini untuk bisa mendamaikan perasaan dan pikiran saya? mungkin tidur akan membuatnya lebih baik. saya tidak butuh tanggapan. saya hanya perlu meluapkan apa yang ada di dalam perasaan dan pikiran saya, selagi saya masih terjaga. selamat pagi.
~berhasil ditulis dengan ketegangan urat dan otot
Filed under: journey
“tmen2, ibu udah pergi untuk slamanya. doain smg dberi tempat yg mulia di sisi Allah. amin.”
DHEG.
“maam… Ibunya Dea udah ga ada..”
“hah? innalilahi..”
Sepertinya kalimat itu tercekat di tenggorokan mamaku. Dan detik berikutnya kami berdua sudah menitikan air mata.
***
“… mba, mama cuma mau ngasi tau, Wa De udah ga ada …”
Kalimat itu terdengar samar dan membuatku menghentikan langkahku menuju kerumunan orang yang sedang mendoakan almarhumah Ibunda Dea.
“Hah? … innalilahi …”
Kalimatnya tidak bisa aku selesaikan, aku teringat sesuatu. Kemudian ketiga temanku serempak melihat ke arahku dan ikut berhenti.
“Ada apa put?”
“Ua gw, yang di Palangkaraya, meninggal…”
Aku terdengar sangat ringkih saat mengucapkan kalimat itu.
***
Hidup kita ini sangat dekat dengan ajal ya. Kita semua nantinya akan seperti mereka yang telah terlebih dahulu meninggalkan kita. Kita hanya sedang menunggu giliran. Entah Bapak, Mami, Papa, Mama, Dimas, saudara-saudara, teman-teman, atau bahkan mungkin aku duluan yang akan menghadapi maut. Tapi toh kita tidak harus merisaukan saat yang tidak dinantikan banyak orang itu. Yang menurutku patut dirisaukan justru apa yang bisa kita lakukan di sisa waktu yang kita ga tau berapa lama lagi. Ya ga?
Kematian. Dramatis sekali mendengar kata mati. Tapi mati adalah salah satu hal yang paling pasti akan kita hadapi. Jadi, kayanya, sebaiknya kita mempersiapkan saat itu sebaik mungkin.
Mati menyangkut meninggalkan dan ditinggal. Bagi yang meninggalkan, mungkin ini artinya selesai. Done. Tapi bagaimana dengan mereka yang ditinggalkan?
Hidup masih terus berlanjut.
Memang ada yang hilang. Apalagi buat Dea yang emang selama hidupnya tinggal bareng ibundanya. Tapi yakinlah Dea, dan teman-teman lain yang udah ditinggalkan orang-orang yang mereka cintai, bisa sabar, tabah, dan ikhlas menghadapi kenyataan ini. Mari kita doakan mereka yang telah tiada agar amal ibadahnya bisa diterima dan mendapat tempat yang paling indah di sisi-Nya.
About Missing Them. I’m just wondering about something. Someday, if I were one of them, would any of you missing me?
~putriastari
Filed under: journey
Setelah sekian lama, hampir 2 tahun, atau mungkin lbh ya? (kayanya sbnernya hampir 3 tahun deh) yah segituan lah lamanya, sejak terakhir kali aku melihatmu melakukan hal itu dan kemudian kamu berhenti karena bernazar dan kemudian melakukannya lagi dengan alasan entah apa dan tapi kemudian kamu tidak pernah melakukannya di depan aku, akhirnya tadi, kamu melakukannya di depan aku.
“Aku boleh ya jadi diri aku sndiri?”, yang artinya adalah “Aku boleh ng~ ya?”
Aku BETE. iyah. totally. yah tapi emang mau apa? aku emang ga pernah suka ama kegiatan itu. seperti yang aku pernah bilang, aku belom bpernah menemukan alasan yang bembuat aku merasa hal itu perlu dilakukan. orang bilang, “lu harus nyoba baru bisa tau kenapa lu melakukannya.” tetep aja buat aku ga ada alasan buat melakukan hal itu.
Yah, bukan itu yang mau aku omongin. karena toh semua alasan aku ga suka kegiatan itu tidak akan bisa membuat kamu atau siapapun yang melakukannya mau menyudahinya. isn’t it? hemm. tapi ko mendadak lupa ya mau ngomongin apa? haha. *keputus sih tadi nulisnya hehe*
well, mungkin udah bnyak yg tau ceritanya. dulu aku pernah bilang ke diri aku sendiri, pengen punya pacar yang ga nge~. dan waktu ada yang bernazar akan berenti nge~, aku langsung “WEW hebatnyoo”. jujur, itu adalah salah satu yang bikin aku jatuh hati. tapi pas berapa lama trus tau ternyata begitu lagi, akunya udah terlanjur sayang. dan kamu toh nyadar diri dengan ga nge~ di depan aku. dan toh, siapa aku? pacar. ya udah. punya hak apa ngelarang-larang? cuma pacar. orangtuamu aja mungkin ga ngelarang-larang. aku cuma ga suka aja. mungkin kamu juga udah sering ngedenger alesannya. cuma ga suka. titik.
ah. ini post makin ga jelas aja. nyampah. ngomongin sampah (maaf). sepertinya harus cepat-cepat disudahi sebelum makin ga jelas. hemm.
Maav. Aku ga pernah ngelarang kamu apa-apa. kamu kan uda gede. aku percaya ko ama kamu. yah, kamu cukup tau, aku ga suka kamu kaya gitu karena aku sayang kamu.
~putriastari
Filed under: journey
WORRIED.
kata itu yg lg spinning around d kepala gw. yang baca ga usah geer. lagi banyak bgt yang bkin gw khawatir. mulai dari diri gw sndiri, yang cara belajarnya masih sangat mengkhawatirkan untuk bisa masuk PT yang diinginkan, orang tua, yang memang sedang dalam masanya punya banyak masalah, pacar, dengan segudang kegiatannya, bahkan teman, dengan sejuta problema anak remaja yang melanda. gatau kenapa semua datangnya hampir bersamaan. huh. dan sialnya gw gbsa apa2. cuma diem aja. geje. nulis2 teu jelas kya gni. apa maksudnya? sekedar mengeluarkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran? hopeless. huff. emangnya tulisan gw ini bsa ngebantu mereka yg gw khawatirin? jadi gw harus apaa selain diam dan berdoa? huhu.
~putriastari
Filed under: journey
yap. kelihatannya wp saya jrg dibuka ya. haha. janjinya dlu mw dbuat coret2. ternyata sya lebih senang pke tumblr. hehe.
ya, beberapa foto di atas diambil wkt fto2 buat buku taunan (atau marak disebut BUTA) dia vila saya.
kenapa dimasukin ke wp lg? kan udah di tumblr? ya, gpp kan, biar wp nya ga kosongs. haha
okey, janji deh, lain kali saya mau ceritaa. ngasiin beberapa cerita yg udah saya karang. yang ga sempet2 aja di post. hehe
*pngen naek balon udara.
~putriastari
Filed under: journey
1. SIMAK UI
Yup yup. After I almost had been forgotten about SIMAK yesterday, I have past it away today. Lil bit early come to the place (accidentally in SMAN 5, neighbour), search for my room, room 13 which was near mushola 5. And I met Fabian and Apit whose room were same as me.
Ada kejadian lucu, sorry ya gbsa pke bhs inggris, ga seru. (bilang aja susah haha)
Gatau cuma di ruang aku aja apa gmn. Pengawasnya rajin banget. Mereka keliling, pertamanya ngeliatin kartu tanda peserta ujian. Trus pas ngeliling kedua, mereka nyocokin foto di kartu peserta ama muka pesertanya. Awalnya aku pikir ya wajarlah, tapi pas nyampe fabian, sang pengawas pun mengamati kartu dan fabian secara bergantian.
“Ko beda?”
“Beda apanya pak?”
“Ini ko mukanya beda? Jangan-jangan ini beda orang?”
“Itu saya ga pake kacamata pak.”
“Coba buka.” setelah Fabian membuka, “Loh ini rambutnya beda, di sini keriting?”
“Iya saya kemaren abis dibotakin, pas tumbuh jadi liris gini pak.”
“Ah ini bukan kamu yaa?” dengan tampang-tampang curiga menilik-nilik wajah Fabian.”
“Bener paak.” Fabian terlihat sudah putus asa. Tapi akhirnya si Bapak pengawas percaya juga.
Trus pas ke meja di belakang aku, Bapak pengawas itu sempet bilang juga, “Naha nu di dieu mah kembu?” he? Yah, orang kan bisa ngegendutin dan ngurusin kapan aja. Trus pas liat kartu peserta aku, “Oh kamu ganti kaca mata ya” Sumpah lebay banget ampe kacamata nya diperhatiin. Is it so important? haha
Bisa ngerjainnya ga put? Just do what you wanna do. Aku ya kerjain yang aku bisa dan menembak jawaban yang kemungkinan jawabannya ada 2. So I have a change 50:50 to get +4 for correct answer or -1 for false answer. Hemm. Not bad for just to measure my skill. And look from my ability to answer SIMAK question, I’m lil bit worried about USM ITB. Because that is my real purpose. hemm. I must get more dilligent on study. MUST.
2. A suck afternoon day
Some of you think I’m bored because I was jealous with my brother whose got a new blackberry. Some of you think, I was bored because I must telling my father about his new laptop. The others think, I was bored because I had to delay my promise to my boyfriend. The real answer is none of them.
I was bored, because I was hungry. And when I arrived home (late), there was no food. What time is it? 13.30. hemm. My servant should have cooked for lunch, right? And there was nothing, even rice. And while the time go around, I got headache bacause of my teeth which been taken off, my sinusitis, plus eat late. In addition, people around me wasn’t really taking care of me. They wont stop calling me and ask me for many things. I confused. Headache. And I’ve made my boyfriend waiting for me. (We planned to watch a movie this afternoon)
After waiting for long, the food was done. I and my boyfriend start to eat. When I want to “hap” a food, he said,
“Met satu setengah taunan ya.”
WHAT?! Oh my god. My heart was crying. (I know it’s hiperbolic) When I was just thinking about my self, you remered me about our aniversary. Yap, it’s 1st March. I’ve forgotten. I’m sorry, hun. I’m sorry for been forgotten about this day and make your day lil bit disorder with my boringness this afternoon. Soo sorry about that.
“Met satu setengah taun juga ya say.”
3. Refreshing is running away
Is it? Off course no. I’m just kidding. Finally, I went to PVJ. With Diza and Dimas. Watched Slum Dog Millionaire. Refreshing. After a hard day for me, finally have my refreshed. I wasn’t thinking about anythink, include tomorrow biology test.
I met Sasky and family. Sasky is my bestfriend in junior high. Long time not seeing her. She said,
“Pe, ngegendutin ih.”
Ahahaha. *mampus put*
Thank you to Diza for took a walk with me today.
4. Here. Typing for you.
And now, I’m here. Typing for you. I’m not sure if there any of you read my written until finish, but I’m glad, I’ve finished my story today. haha
Night going around until sun get rise. Before it, I have to sleep. Tomorrow (or today) I’ve class at school (and also biology test).
Thank you for reading my story.
Good night.
Filed under: journey
If you see my “what am i doing” coloum at facebook, you may know about what will I tell you.
I’ve just “ngeh”, that tomorrow is the day of SIMAK UI 2009. Tomorrow I will struggle against more than 40.000 student around Indonesia.
TOMORROW!
Ouh. And now, less than 12 hour, I’m still typing in front of my laptop, waiting for my mom becoming from Batam, and waiting for my great moving to get one of my book and start to study. Is it as hard as that? Oh maigod. hemm.
After I thinking hard (lebay), I decided to take a rest. A fresh brain is more important than “a ready brain”. (is it can be compare?) haha
Wish we (all of the contestant) luck tomorrow and wish we could get what we want and what we need. Amin.
NB : Repost from About My Day.


